Meskipun laporan pendapatan kuartalan Apple baru-baru ini menyoroti kinerja yang kuat dalam penjualan iPhone dan pendapatan Layanan, cerita yang lebih tenang namun signifikan muncul dari divisi Mac. Untuk kuartal yang berakhir pada tanggal 28 Maret, pendapatan Mac mencapai $8,4 miliar, melampaui ekspektasi Wall Street yang sekitar $8 miliar. Yang lebih penting lagi, penjualan naik 6% dari tahun ke tahun, menghancurkan prediksi pertumbuhan yang datar. Peningkatan tak terduga ini sebagian besar didorong oleh lonjakan permintaan perangkat keras berkemampuan AI, sebuah tren yang bahkan mengejutkan para eksekutif Apple.

Faktor AI: Mengapa Mac Terjual Habis

Katalis utama pertumbuhan ini bukan hanya peluncuran produk baru, namun perubahan cara pengguna menggunakan komputer Apple. CEO Tim Cook mengungkapkan pada panggilan pendapatan Q2 bahwa semakin banyak pelanggan yang menggunakan Mac untuk menjalankan model AI lokal dan alat agen langsung di perangkat mereka.

Tren ini terutama terlihat pada Mac mini dan Mac Studio, yang telah terjual habis dalam beberapa minggu terakhir. Cook mencatat bahwa pengakuan pasar terhadap platform ini sebagai alat AI yang kuat terjadi “lebih cepat dari yang kami perkirakan.” Permintaannya begitu besar sehingga Apple mendapati pasokannya terbatas, sebuah situasi yang menurut Cook disebabkan karena meremehkan permintaan akan pemrosesan AI pada perangkat dibandingkan kegagalan manufaktur.

“Keduanya merupakan platform luar biasa untuk AI dan alat agen, dan pengakuan pelanggan terhadap hal ini terjadi lebih cepat dari perkiraan kami,” kata Cook.

Dampaknya terlihat secara global, dengan Mac mini menjadi desktop terlaris di Tiongkok, pasar yang saat ini sedang mengalami kehebohan terhadap teknologi terkait AI.

Fenomena “MacBook Neo”.

Sebagian besar kesuksesan divisi Mac juga dapat ditelusuri ke peluncuran MacBook Neo. Meskipun perangkat tersebut hanya tersedia selama beberapa minggu setelah pemesanan di muka dimulai pada tanggal 4 Maret, dampaknya langsung dan besar. Cook menggambarkan permintaan terhadap Neo sebagai sesuatu yang “di luar grafik,” dan mencatat bahwa hal ini membantu Apple mencetak rekor triwulanan untuk pelanggan baru yang memasuki ekosistem Mac.

Daya tarik Neo melampaui konsumen individu. Apple melaporkan bahwa persediaan perangkat tersebut terbatas, sehingga banyak pembeli institusional yang berdatangan. Khususnya, sistem sekolah seperti Kansas City Public Schools dilaporkan menggantikan Chromebook dengan MacBook Neo, yang menandakan potensi pergeseran pasar pendidikan dari alternatif berbiaya rendah ke perangkat keras Apple yang lebih tangguh.

Adopsi Perusahaan dan Pandangan Masa Depan

Lonjakan penjualan Mac tidak terbatas pada konsumen dan pendidik; permintaan perusahaan juga memainkan peran penting. Apple menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan besar, termasuk mesin pencari AI Perplexity, telah mengadopsi Mac sebagai platform pilihan mereka untuk membangun asisten AI tingkat perusahaan. Hal ini memvalidasi strategi Apple dalam memposisikan perangkat kerasnya sebagai lingkungan yang aman dan kuat untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi AI yang dipatenkan.

Meskipun kinerja triwulanannya kuat, tantangan masih tetap ada. Pendapatan Mac datar setiap kuartal, menunjukkan bahwa gelombang baru permintaan yang didorong oleh AI belum sepenuhnya berkembang. Cook memperingatkan bahwa mencapai keseimbangan antara pasokan dan permintaan untuk Mac mini dan Mac Studio dapat memakan waktu “beberapa bulan”.

Kesimpulan

Hasil kuartal kedua Apple mengungkap momen penting bagi divisi Mac, yang mentransformasikannya dari segmen yang stabil dan tumbuh datar menjadi pendorong pendapatan yang dinamis. Lonjakan permintaan yang tidak terduga terhadap mesin berkemampuan AI—mulai dari Mac mini hingga MacBook Neo baru—menunjukkan bahwa konsumen dan perusahaan secara aktif mencari kekuatan pemrosesan lokal untuk kecerdasan buatan. Saat Apple berupaya mengatasi kendala pasokan, tren ini menunjukkan bahwa Mac menjadi semakin penting dalam strategi AI perusahaan yang lebih luas.