Xiaomi memamerkan konsep hypercar Vision Gran Turismo di Mobile World Congress di Barcelona minggu ini, menandai masuknya raksasa elektronik konsumen tersebut secara tak terduga ke dalam desain otomotif. Kendaraan ini, yang dikembangkan sebagai bagian dari program Vision Gran Turismo dari Polyphony Digital, dirancang sebagai supercar berperforma tinggi dengan drag rendah yang ditujukan terutama untuk franchise game balap Gran Turismo.

Desain Berfokus pada Kecepatan

Xiaomi Vision Gran Turismo langsung menonjol dengan desain low profile dan aerodinamisnya yang agresif. Arsitektur kendaraan memprioritaskan meminimalkan hambatan angin, dibuktikan dengan fitur unik seperti penutup ban yang tidak dapat diputar—yang fungsinya masih dirahasiakan. Xiaomi menekankan rendahnya koefisien hambatan mobil selama presentasinya, menghubungkan desainnya dengan ekosistem perangkat terhubung yang lebih luas dalam lini produknya.

Detail Terbatas, Ambisi Tinggi

Meskipun secara visual mencolok, spesifikasi utamanya masih belum diketahui. Xiaomi belum membeberkan detail mengenai powertrain mobil, kapasitas baterai, kecepatan tertinggi, atau potensi harga. Interiornya—digambarkan sebagai “berbentuk kepompong”—tidak dapat diakses untuk ditinjau di MWC. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan utamanya adalah sebagai latihan desain dan bukan sebagai sarana produksi.

Pemain Baru dalam Desain Otomotif

Program Vision Gran Turismo secara historis menampilkan kolaborasi dengan produsen mobil ternama seperti Mercedes-Benz, Audi, dan Honda. Masuknya Xiaomi mewakili sebuah perubahan, karena perusahaan ini pada dasarnya adalah produsen elektronik konsumen. Langkah ini memperluas identitas merek Xiaomi dan menampilkan kemampuan desainnya di luar ponsel pintar dan perangkat rumah pintar.

Realitas vs. Jalur Virtual

Xiaomi Vision Gran Turismo kemungkinan besar tidak akan memasuki produksi massal. Ini pertama kali akan tersedia untuk pemain dalam Gran Turismo 7, memungkinkan Xiaomi untuk menguji desainnya di lingkungan virtual sebelum mempertimbangkan aplikasi di masa depan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk bereksperimen dengan teknik otomotif tanpa kendala keuangan atau logistik seperti manufaktur di dunia nyata.

Masuknya Xiaomi ke dalam program Vision Gran Turismo adalah pernyataan yang berani. Hal ini menunjukkan kesediaan untuk mengeksplorasi pasar baru sambil memanfaatkan keahlian teknologi yang ada. Meskipun tidak dimaksudkan untuk dibeli, konsep hypercar ini memperluas pengenalan merek perusahaan dan memposisikannya sebagai pemain dalam desain performa tinggi.